Budidaya Ikan Air Tawar

June 12, 2007 at 5:06 pm 14 comments

ikan-tawar.jpgBudidaya ikan air tawar merupakan usaha yang menjanjikan keuntungan. Salah satu tempat budidaya ikan air tawar adalah di Waduk Cirata, Cianjur, Jawa Barat. Budidaya ikan air tawar di tempat ini dilakukan mulai dari pembibitan hingga pembesaran ikan.

Salah seorang yang menekuni usaha budidaya ikan air tawar adalah Edi Mulyadi. Dia melakukan pembibitan di kolam darat, hingga pembesaran ikan di keramba terapung.

Untuk mencapai lokasi budidaya ikan air tawar milik Edi dapat mengambil arah ke Cianjur, lalu menuju ke kawasan Pantai Meleber, Cirata.

Kolam pembibitan ini ada yang diperuntukkan untuk ikan mas, ikan nila dan ikan gurame, mulai dari berbentuk larva hingga menjadi anakan ikan,

Di tempat ini anak ikan dipelihara selama setengah bulan, hingga berukuran tiga centimeter. Kemudian anak ikan yang berkualitas bagus dipindahkan ke keramba terapung di Waduk Cirata.

Untuk menuju keramba terapung di Waduk Cirata harus menggunakan perahu. Lama perjalanan sekitar sepuluh menit. Barulah sampai ke keramba terapung milik Edi.

Di keramba terapung ini, Edi memiliki 25 kolam pembesaran ikan air tawar yang dijaga dua orang karyawannya. Ikan air tawar yang dibesarkan disini ikan nila, ikan mas, dan ikan gurame. Ikan nila dapat dipanen dalam waktu tiga hingga empat bulan.

Biaya terbesar mengelola keramba terapung adalah penyediaan pakan ikan. Untuk makanan ikan, Edi menghabiskan 4 kwintal pelet dalam sehari.

Membesarkan ikan nila dan ikan mas menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan ikan air tawar lainnya. Karena itu, ikan nila dan ikan mas menjadi primadona. Di pasaran, harga ikan nila merah sekitar Rp 9 ribu per kilogram.

Namun memelihara ikan di keramba terapung seperti ini bukannya tanpa resiko. Resiko terbesar ikan mati karena terkena virus. Sejak tahun 2003 lalu virus menyerang ikan peliharaan disini. Edi yang telah menekuni usaha ini sejak tahun 1996 lalu juga terkena imbasnya. Dia sempat memiliki 60 kolam di tempat ini, namun kini menyusut hingga tinggal 25 kolam saja.

Ikan air tawar yang dibesarkan di keramba terapung di Cirata ini dipasarkan ke Jjakarta, Jawa Barat dan Banten. diperkirakan sekitar 70 persen kebutuhan ikan air tawar di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi dipasok dari kawasan ini.

Ikan nila dipasarkan dalam keadaan mati dan dibekukan dengan menggunakan es balok. Sedangkan ikan mas dipasarkan dalam keadaan hidup dengan dimasukkan kedalam kantong plastik yang diberi oksigen.

Kolam ikan terapung yang dikelola Edi dalam sebulannya dapat menghasilkan satu ton ikan nila, satu ton ikan mas dan setengah ton ikan gurame

Advertisements

Entry filed under: Cianjur News.

Makalah Pendidikan Guru Dituntut Kreatif dalam Berkomunikasi

14 Comments Add your own

  • 1. sapitri  |  July 29, 2007 at 5:37 am

    sayangnya, budidaya ikan di KJA sering tidak memperhatikan kemampuan waduk. karena merasa untung gede, para pembudidaya memacu produksi tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan, up-welling adalah contoh nyata.
    saya menemukan blog mengenai budidaya ikan yang lumayan lengkap di http://indoorcommunity.wordpress.com

    Reply
  • 2. ginan  |  July 30, 2007 at 8:56 am

    Kalau Mau Praktek Langsung – Langsung kelapangan saja di wilayah cianjur ada kok… di cirata-jangari, Kita bisa langsung praktek cara budidaya ikan. Jadi tahu deh kendala lapangan yang sebenarnya… Biasanya kendalanya adalah masalah Pakan Ikan yang seringkali timbul tenggelam seperti Pelampung Keramba terkena Hempasan kapan Para penambak..
    Masalah Pemasaran dan Penyakit bukan Hal sulit ditanggulangi… Tetapi masalah pakan Ikan adalah penentu keberhasilan para penambak ikan di wilayah Ikan (sesuai dituturkan Pak ALI Penambak Keramba Ikan di Cirata-jangari)
    Gimana Tertarik langsung praktek lapangan..? Atau sebagai suplayer Pakan Ikan..!!! he..he..
    Salam Kenal… cianjur…

    Reply
  • 3. jurikjampang  |  August 6, 2007 at 7:30 am

    makasih NENG sapitri udah masangin blog saya disini.
    mengenai pakan, menurut saya bukan masalah sulit. yang jelas bikin sulit itu karena pabrik pakan yang bikin harga ugal2an dgn alasan mahalnya tepung ikan tapi nyaris nggak pernah share keuntungan dgn petani. masalah pemasaran juga karena petani sering dikibuli sama tengkulak, pada timbangan dan harga!!!!
    kalo penyakit sama lingkunga, emang sering kita tidak berdaya, buktinya di jangari sering sekali kena “up-welling”…….
    salam kenal buat pengelola blog!
    http://indoorcommunity.wordpress.com

    riv fauziah : Gimana kalau Indoor sebagai pemasok pakan ikan segaligus penampung hasil panen….

    Reply
  • 4. juraganindoor  |  August 8, 2007 at 3:00 am

    aduh maaf! kalo jadi pemasok pakan nggak dech, maklum belum dpt share yang bagus dari pabrikannya, he69x! apalagi jadi tengkulak……
    saya lebih konsen utk bantu bapak2 pembudidaya agar usaha mereka lebih baik!!!

    Reply
  • 5. blog.id  |  August 9, 2007 at 2:31 pm

    Sebagai Peblog Indonesia, menulis memberitahukan informasi yang sangat berguna kepada khalayak sudah dilakukan. Penting bagi kita untuk berbuat sesuatu yang nyata di Negara Republik Indonesia ini!

    Reply
  • 6. azwin  |  October 8, 2007 at 7:12 am

    assalam..
    nama saya azwin, saya pengen pedoman praktis budidaya ikan air tawar (ikan nila dan mas), khususnya didanau.
    terima kasih atas bantuannya.

    Reply
  • 7. Peni  |  October 9, 2007 at 2:01 am

    Bisnis peternakan ikan terapung memang hasilnya cukup menjanjikan walaupun terkadang ada rugi juga kalau harga ikan di pasaran turun drastis & harga pakan naik drastis tapi sejauh pengamatan saya tetap menguntungkan.Yang paling menyedihkan kalo kena virus, alhamdulillah Dep. Pertanian memberi perhatian khusus terutama kalo ada wabah virus.Kakak saya (H.Abu Bakar)peternak ikan terapung di waduk cirata, kalau mau tahu lebih jelas dateng aja ke sana

    Reply
  • 8. tunasbangsakindergarten  |  November 25, 2007 at 2:31 pm

    haredang oe

    Reply
  • 9. Basuki Rahmat  |  December 13, 2007 at 3:40 am

    Dengan Hormat,

    Bagus para petani ikan bersatu mendirikan koperasi bersama dan bila perlu buat pabrik pakan ikan kecil sendiri, jadi biaya pakan ikan bisa ditekan.

    Reply
  • 10. abdul latif  |  January 2, 2008 at 8:25 am

    salam kenal
    saya mau tanya kalau kita mau budidaya ikan di waduk cirata bagaimana prosudernya yach ….
    dan berapa harganya

    Reply
  • 11. mohamad rosjidi  |  January 17, 2008 at 8:53 am

    salam kenal mau tanya bagaimana mengatasi penyakit ikan terutama virus yg sekarang sedang mewabah di cirata salam

    Reply
  • 12. dejun23  |  January 21, 2008 at 5:48 am

    Jadi tertarik nih dengan bahasan diatas..
    sekarang kan ikan mas lagi naik ya..,
    kebetulan ayah saya memerlukan ikan mas untuk dipasarkan di Pasar Ciroyom Bandung,
    Kalo boleh tahu harganya berapa (mungkin nggak di sini)tapi boleh kirim e-mail ke dejun23@yahoo.co.uk

    Reply
  • 13. roy hasby  |  January 30, 2008 at 6:39 am

    allow…
    namaku roy dari lombok.aq punya lahan / kolam 12×8 m (kolam A)dan 9x8m (kolamB).
    yang aku ingin tau dan info selengkapnya
    gimana cara kita untuk bisa menjadi pembudidaya ikan air tawar jenis nila,karper dan gurame yang baik untuk 2 lahan tersebut.

    Reply
  • 14. SONY  |  January 30, 2010 at 12:41 am

    adfadsf

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


BLoG HiT

  • 11,190 hits

Cianjur BLoG

dzarmono.wordpress.com

%d bloggers like this: